This blog is Processing to bilingual language blog, English and Bahasa. Hope you like!If the err is found in words, grammar and others. Please send a comments, critics or just remembering me. thanks! (Blog ini sedang diproses dalam dua bahasa, Inggris Indonesia. Semoga Anda semakin suka. Jika ada kesalahan dalam penulisan, tata bahasa, dan lainnya baik Indonesia maupun Inggris jangan sungkan sungkan untuk berkomentar, mengkritik atau sekadar mengingatkan TQ!)

Monday, 10 January 2011

Konflik Antar Kost


Di Artikel kemarin  ane udah berjanji untuk menceritakan, mengapa sampe ane tidak bisa membuat KTP di rantau orang. Ini dikarenakan sebuah konflik sehingga menimbulkan sebuah ketidak adilan dalam pengalaman hidupku. Pengalaman Pahit yang akan selalu terpatri di hati sanubari ini :(.




Setelah mengetahui bahwa untuk membuat Rekening harus punya KTP maka ane pun segera menuju ke kelurahan tempat dimana aku tinggal. Ada sedikit pengalaman lucu sewaktu ane ingin pergi kesana. Karena tidak tahu dimana letak kelurahannya, ane pun menanyakan hal tersebut kepada salah seorang penghuni kost yang telah lama, dia pun menyarankan ane untuk naik "motor" kesana karena letaknya yang jauh. Ane pun setuju, karena pikir ane dibonceng pake sepeda motor tentu lebih nyaman, duduk yang manis dan sampailah ke tujuan :D. Ane pun menunggu di sebuah bangku, tetapi setelah sekian lama ane menunggu tidak ada seorang pun yang mengendarai sepeda motor datang untuk mengantarkan. Lalu ane bertanya lagi pada penghuni kost itu dan dia pun berkata " Ya, naek motor dari ujung jalan ini, motornya nomor 24 kearah Amplas". Aku pun segera menyadari kebodohanku, ternyata yang dimaksud " motor " adalah angkot :)).

Setelah mendengar penuturan itu, ane pun pergi ke ujung jalan itu dan kemudian naek becak, Lho kok naek becak,????  ya , karena ane gak tau mau berhenti dimana kalo naek angkot, ane naik becak sambil menghafal jalan, dan benarlah dugaan ane, ternyata letaknya  sekitar 2 KM, jadi pulangnya ane bisa jalan kaki :D. Ane pun masuk ke kelurahan dan meminta untuk membuatkan KTP, ternyata pegawai kelurahan disana meminta ane untuk membawa surat pengantar dari Kepling. Akhirnya ane pun pulang dengan tangan hampa dan tentu saja dengan berjalan kaki .

Singkat cerita Sepulang nya ane segera menemui Kepling (Kepala Lingkungan) nya, yang ternyata sore baru ada di tempat tinggalnya, ane pun menunggu hingga sore. Setelah bertemu, dia menolak mentah-mentah permintaan untuk membuatkan surat pengantar, alasannya sederhana karena kami adalah penduduk musiman bukan penduduk menetap. Ane pun akhirnya pulang dengan kecewa.

Setelah ane sedikit bercerita dengan kawan sekost ane, ternyata hanya warga kost kami yang tidak mendapatkan surat pengantar dari kepling tersebut, warga kost lain dengan mudah mendapatkannya, apalagi mereka yang kost di rumah Kepling nya, mereka justru mendapat tawaran tersendiri untuk mendapatkan KTP. Setelah usut punya usut ternyata Pak Kepling ini memiliki dendam pribadi terhadap Induk Semang kost kami sehingga bersikap begitu. Tak tahukah dia bahwa ane sama sekali gak tau menau tetapi harus menjadi korban. Itulah Manusia :>.

Wassalam dan tetap mencoret!

0 comments:

Post a Comment

Kekurangan Masyarakat Indonesia ialah setelah Membaca enggan berkomentar, apakah anda salah satunya????

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...