This blog is Processing to bilingual language blog, English and Bahasa. Hope you like!If the err is found in words, grammar and others. Please send a comments, critics or just remembering me. thanks! (Blog ini sedang diproses dalam dua bahasa, Inggris Indonesia. Semoga Anda semakin suka. Jika ada kesalahan dalam penulisan, tata bahasa, dan lainnya baik Indonesia maupun Inggris jangan sungkan sungkan untuk berkomentar, mengkritik atau sekadar mengingatkan TQ!)

Wednesday, 4 May 2011

Maling Teriak Maling


Pengalaman yang ingin ane ceritakan ini adalah pengalaman ane sewaktu masih kecil. Di sore menjelang malam ini, ane sedikit mengenang masa lalu, tepatnya masa kecil sewaktu ane masih SD. Waktu itu ane masih lucu, imut2, polos, dan lugu jadi peribahasa Maling Teriak Maling ane hanya bisa mengucapkan tanpa tahu maknanya sama sekali. Sampai suatu peristiwa menimpa ane....




Waktu itu ane disuruh mengambil uang di rumah seorang family bersama adik saya yang juga masih SD. Kami kesana berjalan kaki, jarak dari rumah kami ke sana cukup jauh, namun kami sudah terbiasa enjoy berjalan kaki - sebenarnya sih biar ongkosnya bisa dipake buat jajan =)) -. Begitu kami sampai, kami menemui family itu dan menyampaikan maksud kami. Family kami tersebut pun memberikan selembar uang yang jumlahnya lumayan besar , jadi kami harus mengembalikan uang tersebut dengan menukarkannya di luar. Kami berdua pun segera menukarkannya di kedai terdekat yang letaknya agak jauh dari tempat tersebut. Di kedai tersebut juga tidak ada uang penukarnya.

Kami pun kembali ke tempat semula, ditengah perjalanan kami berjumpa dua orang cowok umurnya kira kira 15 tahun. Dia berkata kepada kami bahwa mereka ada uang penukarnya, tanpa ada rasa curiga sedikitpun kami memberikan uang kami. Begitu uang diberikan , BUK! sebuah pukulan menerpa diwajahku, untung aku tidak limbung atau merasa sakit. Begitu aku tersadar kulihat dua orang tersebut telah lari. Aku pun berlari mengejar mereka dengan berteriak " Maling, Maling, Maling". Dua orang tadi ketakutan mereka pun sama berteriak " Maling, Maling, maling" sambil kabur secepat mungkin.

Aku terus mengejar sampai akhirnya lariku kalah jauh dan aku kehilangan jejak mereka. Namun aku terus berlari mengikuti instingku, dan karena sudah tidak ada petunjuk dimana keberadaan mereka. Akupun bertanya dengan seorang ibu-ibu yang dikedai, apakah melihat dua orang berlari, dia bilang ada, mungkin mereka sudah jauh, namun aku diberitahu siapa namanya. Lantas aku pun pulang ke tempat semula mencari adikku yang kutinggalkan tadi.

Begitu aku sampai ternyata ibuku telah berada disana, adikku rupanya segera pulang dan memberi tahu ibuku mengenai hal ini. Aku pun menceritakan semuanya, dan kami pun bertanya dimana rumah si " maling" tadi. Beberapa orang mengetahuinya, dan kami menuju rumahnya. Dirumahnya kami bertemu ibunya dan menjelaskan kejadiannya. Ibunya tersebut meminta maaf dan mengganti uang kami. Memang dia berkata ini anaknya kurang baik sikap dan akhlaqnya. Alhamdulillah ane tidak merasakan sakit pukulan tersebut, ane mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Saat itu ane mengerti mengapa " Maling teriak Maling" agar sang Maling tidak bisa ditangkap.

Wassalam dan tetap mencoret!

0 comments:

Post a Comment

Kekurangan Masyarakat Indonesia ialah setelah Membaca enggan berkomentar, apakah anda salah satunya????

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...