This blog is Processing to bilingual language blog, English and Bahasa. Hope you like!If the err is found in words, grammar and others. Please send a comments, critics or just remembering me. thanks! (Blog ini sedang diproses dalam dua bahasa, Inggris Indonesia. Semoga Anda semakin suka. Jika ada kesalahan dalam penulisan, tata bahasa, dan lainnya baik Indonesia maupun Inggris jangan sungkan sungkan untuk berkomentar, mengkritik atau sekadar mengingatkan TQ!)

Wednesday, 28 December 2011

Novelist



Selamat Siang Sobat semuanya, di siang yang panas ini ane akan bercerita sekelumit impian ane semenjak kecil. Sejak kecil ane sering mengkhayalkan menjadi tokoh-tokoh dalam Film yang ane tonton, mulai dari Film Kartun yang bertema Pahlawan Super, sampai Film Kung Fu yang bertemakan kerajaan. Hebatkan Ane masih kecil udah nonton film yang buat orang dewasa, tapi don't try this at home karena itu adalah contoh yang buruk. Buat Orang Tua, jangan lupa untuk mendampingi putra-putri nya sewaktu menonton. Pilihlah saluran yang cocok untuk buah hati anda karena zaman sekarang para pihak penyiar hanya peduli dengan rating, karena rating artinya duit. semakin tinggi rating maka semakin ijo mata ngelihat duit. Tak peduli apa yang disiarkan, kapan jam tayang yang tepat, semua main embat saja. Semoga KPI tidak  melempem melihat hal ini. kok jadi curhat ya :)). Lanjut aja deh >>>
Waktu kecil memasuki SMP ane juga sering menulis cerita-cerita tentang hantu, detective, ataupun superhero. Ada yang rampung sampai selesai tapi banyak juga yang terkatung-katung tak jelas jalan ceritanya atau jalan ceritanya jadi nyeleneh karena ane malas mikir buat kelanjutan ending cerita yang bagus. That's me! :)). Tokoh-tokoh yang ane ceritakan juga adalah rekayasa ane dengan menampilkan orang-orang disekeliling ane. Tentu saja yang jadi Tokoh Utama yang berpihak pada kebenaran dan keadilan adalah ane dan teman baik ane, sedangkan Tokoh Jahat nya adalah sudah pasti orang yang ane benci . Itulah enaknya bercerita dengan karya sendiri, kita dapat menjadi apapun yang kita inginkan :)). Kebanyakan yang baca juga dari kalangan sendiri, teman-teman sekitar dan juga mereka yang berniat membaca karya emas ane tanpa  paksaan dari siapapun.


Setelah SMU ane sudah tidak rajin lagi menulis, bakat itu tidak ane asah lagi, walaupun setiap ane membaca sebuah novel fiksi ane merasa seperti terlibat didalamnya terkadang sampai terbawa ke alam mimpi. Setiap ane menonton Film, ane selalu memperhatikan jalan ceritanya. Akting sang aktor menjadi nomor dua dimata ane, apabila jalan ceritanya menarik ane bisa hanyut kedalam film tersebut, tapi gak sampai nangis seperti kebanyakan para omak-omak yang menonton film India.

Setelah bekerja, baru ane sadar bahwa bakat itu adalah bakal menjadi Penulis yang berujung pada Novelis. Seandainya karya-karya ane dulu ane bukukan mungkin ane sudah menjadi terkenal. Seandainya bakat ane itu ane asah maka ane sudah sejajar dengan penulis Harry Potter J.K Rowling, Maybe!. Seandainya itu terjadi udah menjadi miliarder ane sekarang. Ngayal Mode On. :D

Sekarang ane ingin sekali memupuk bakat itu walaupun mungkin ane sudah berumur untuk itu. Tapi penyesalan tiadalah gunanya, yang penting adalah kedepannya. Tidak berguna memikirkan "Andaikata, Jikalau, Umpama, Misalnya", yang ada sekarang adalah "Faktanya". dan untuk Masa Depan adalah "Misteri". Jadi lakukan yang terbaik mulai dari sekarang, karena Kita yang sekarang adalah Cermin diri untuk Masa Depan.

Wassalam dan Tetap Mencoret!

0 comments:

Post a Comment

Kekurangan Masyarakat Indonesia ialah setelah Membaca enggan berkomentar, apakah anda salah satunya????

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...