This blog is Processing to bilingual language blog, English and Bahasa. Hope you like!If the err is found in words, grammar and others. Please send a comments, critics or just remembering me. thanks! (Blog ini sedang diproses dalam dua bahasa, Inggris Indonesia. Semoga Anda semakin suka. Jika ada kesalahan dalam penulisan, tata bahasa, dan lainnya baik Indonesia maupun Inggris jangan sungkan sungkan untuk berkomentar, mengkritik atau sekadar mengingatkan TQ!)

Monday, 16 January 2012

Ong Bak



It's Thailands Time. Film yang akan ane bahas kali ini adalah Film Thailand yang berjudul Ong Bak. Film ini memang udah agak lama, namun ane aja yang baru nontonnya :D . Namun untuk membahasnya tidak ada kata terlambat, atau setidaknya Better Late Than Never. Ketimbang nonton terus dipendam dalam hati sendiri , lebih baik habis nonton terus berbagi sekalipun itu adalah film yang hampir basi :D, atau yang lebih parah lagi adalah udah nonton tapi gak ngerti apa yang ditonton, cuma buang-buang waktu yang tidak berguna. Jadi jika kita menonton suatu film, maka tanamkan semangat untuk berbagi jadi kita termotivasi untuk mengikuti jalan ceritanya. Oke, kita kembali kepada pokok judul....


Film ini sendiri berlanjut sampai 3, Ong Bak I, Ong Bak II, dan Ong Bak III. Dimana Ong Bak I tidak ada kaitannya dengan Ong Bak II dan III sedangkan Ong Bak III adalah kelanjutan cerita dari Ong Bak II. Ong Bak I bercerita tentang seorang pemuda yang berasal dari sebuah desa di Thailand. Desa mereka mendapatkan bencana berupa dicurinya kepala Patung Budha yang biasa mereka sembah. Pemuda ini ditugaskan untuk mencari dimana Patung Budha tersebut. Berangkatlah ia ke kota untuk menyusurinya.

Dalam perjalanannya banyak hal yang terjadi, seperti teman sekampungnya yang mencuri uangnya, perkelahian menyabung nyawa yang underground, mengungkap sindikat pencurian patung Budha yang disimpan dibawah laut,  ditipu oleh musuh yang menjanjikan nya kepala Budha setelah dia mengalah dalam sebuah pertarungan dan masih banyak hal lainnya.

Ong Bak II  menceritakan tentang Kisah balas dendam yang dilakukan oleh seorang pemuda karena orang tuanya dibunuh sewaktu kecil. Hidupnya hanya untuk balas dendam. Dia belajar ilmu bela diri untuk membalaskan dendamnya. Namun Kejutan menantinya, orang yang membunuh orang tuanya dalah guru ilmu bela dirinya sendiri. Namun Gurunya itu hanyalah suruhan seseorang yang memiliki kekuasaan dan berpengaruh. Dia tertangkap dan akhirnya harus menjalani siksaan yang sangat berat. Cerita pun berlanjut ke Ong Bak III.

Di Ong Bak III, diceritakan bahwa sang pemuda yang sudah hampir mati karena siksaan ini akhirnya selamat dari hukuman pancung yang telah ditetapkan. Namun dia Sekarat, hanya keajaiban yang dapat menolongnya. Dia ditolong oleh seorang biksu dengan pengobatan ala agama Budha. Akhirnya ia selamat namun kondisi tubuhnya sangat menggenaskan, tangan dan kakinya tidak dapat digunakan sama sekali. Ia laksana mayat hidup, hal ini membuatnya putus asa dan berniat ingin bunuh diri. Untunglah sang Biksu kembali menolongnya, Biksu mengatakan bahwa ia telah dilahirkan kembali dengan diberi keselamatan untuk hidup lagi. Yang perlu dilakukan adalah hanya membersihkan jiwa dari amarah dan balas dendam, maka Budha akan menunjukkan jalan untuk kehidupan. Mau tau lebih lanjut, silahkan tonton sendiri filmnya. :)

Bagi anda penggemar film Action maka film ini sangat direkomendasikan, Film ini sangat banyak menayangkan keterampilan Bela Diri Thailand. Bela Diri yang memadukan ketangkasan, kecepatan, kekuatan, keseimbangan dan kebersihan jiwa. Dari segi grafis juga sangat bagus seperti aslinya.Selain kelebihan-kelebihannya, Film ini juga ada kekurangannya, adegan yang terlalu sadis dan keras menyebabkan film ini tidak hanya tidak cocok untuk tontonan anak-anak namun tidak cocok juga ditonton untuk sebagian orang yang memiliki kekurangan seperti takut melihat darah, gampang terkejut, mudah shock, dan lainnya.

Itulah sedikit ulasan singkat tentang Ong Bak, sebelum menonton ada baiknya kita nilai dulu diri kita siap atau gak melihat aksi brutal, keras dan sadis! Selamat menonton!

Wassalam dan Tetap Mencoret!

1 comment:

  1. pernah liat diyutub,
    uh!..... ngeri, sadistis seolah olah nyata, tapi kalo diliat dngn teliti ternyata adegan fight agak dipercepat, ini dapat terlihat dari orang2 disekelilingnya pada saat adegan fight cepat, penonton juga terlihat bergerak secara cepat. kalo menurut saya masih bagus adeganya iko uwais dlm the raid. jaya ! perfilman indonesia.

    ReplyDelete

Kekurangan Masyarakat Indonesia ialah setelah Membaca enggan berkomentar, apakah anda salah satunya????

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...