This blog is Processing to bilingual language blog, English and Bahasa. Hope you like!If the err is found in words, grammar and others. Please send a comments, critics or just remembering me. thanks! (Blog ini sedang diproses dalam dua bahasa, Inggris Indonesia. Semoga Anda semakin suka. Jika ada kesalahan dalam penulisan, tata bahasa, dan lainnya baik Indonesia maupun Inggris jangan sungkan sungkan untuk berkomentar, mengkritik atau sekadar mengingatkan TQ!)

Tuesday, 3 January 2012

Abangku yang Sukses (2)


Ini adalah sambungan dari artikel ane yang lalu, bagi yang belum membacanya, maka silahkan baca. Harapan saya adalah semoga kita terinspirasi untuk maju setelah membaca artikel ini.



Setelah semua saingannya bangkrut, abangku tidak memonopoli harga. Harganya masih tergolong harga lama, hal inilah yang membuat para pelanggannya bertambah banyak. Untuk memperbesar keuntungan dia tidak ingin menaikkah harga, namun menambah pelanggan dan mencari distributor yang menjual harga murah. Dia membuka mata dan telinga, mencari informasi sebanyak-banyaknya dimana tempat penjualan pulsa yang murah. Setiap dia mendengar informasi maka dia akan sesegera mungkin menghubungi tempat tersebut. Agar mudah wara-wiri kesana-kesini, dia menabung keuntungannya untuk membeli sepeda motor second sebagai sarana transportasi. 

Dia kemudian belajar untuk menservis HP. Mulanya ia hanya sebagai peloncat, artinya jika ada HP rusak maka dia hanya menerima lalu menyalurkannya ke tempat servis HP. Tapi lama kelamaan karena sering melihat cara menservis, dia sudah bisa memperbaiki HP yang ringan-ringan.  Syarat utama tukang servis adalah ada OBENG. jadi dia memiliki obeng dengan berbagai bentuk dan ukuran. 

Selain itu dia juga mendekati para pebisnis yang serupa, tujuannya selain untuk berbagi informasi, berbagi pengetahuan, berbagi rezeki juga berbagi barang-barang penjualan yang tidak pernah habis untuk dijual seperti isi lagu, wallpaper, video lucu, dll.

Abangku juga sering melihat peluang dari keluhan pembeli misalnya pembelinya mengatakan seandainya ada fotokopi enak juga ya, jadi dia mencari printer yang bisa fotokopi. Ada lagi nanti pembeli yang menanyakan adakah laminating ? maka dia akan melihak prospek laminating itu dari banyak nya pertanyaan. Baginya semakin banyak pertanyaan, itu artinya semakin besar prospek barang itu berkembang. 

Terkadang dia juga sedikit nekat namun tetap memakai perhitungan. Dia pernah berjualan bingkai karena berfikir bahwa kalau ada foto seharusnya ada bingkai. Tidak pernah ada yang menanyakan Bingkai, namun karena optimis laku, dia menstok bingkai sebanyak 6 lusin, dan tidak disangka Bingkai pun telah menjadi isi konternya yang cepat habis. 

Untuk Aksesoris mulanya hanya dititipi oleh salah seorang temannya yang juga berdagang aksesoris dipasar. Mulanya tidak terlalu laku hanya beberapa sampai dia bosan sendiri melihat aksesoris itu setiap hari nangkring di konternya. Ternyata suatu hari disekitar konternya ada pesta, banyak yang berdatangan membeli aksesoris tersebut. Seketika aksesoris itu tinggal sedikit, dia baru sadar bahwa terkadang ada juga barang musiman seperti aksesoris.

Untuk pendekatan kepada distributor dia memang jagonya. Dia tidak segan-segan untuk menyediakan fee tambahan bagi distributor yang mau berhubungan dengannya. Jadi banyak para sales kartu operator yang menyediakan harga dan nomor istimewa. Banyak yang heran mengapa dia bisa menjual nomor-nomor yang tergolong cantik namun harganya amat sangat terjangkau.Dia juga tidak segan-segan untuk memakai uang pribadinya untuk membayar para sales yang menitipkan barang dagangannya  walau barang dagangan mereka belum habis. 

Pendekatan kepada pembeli juga begitu, dia tidak ingin terlalu tinggi menaikkan harga. baginya barang yang cepat laku dan tidak butuh garansi adalah barang lancar, semakin cepat terjual semakin bagus. Ada juga barang yang butuh garansi, maka dia akan memperhitungkan harga garansi tersebut dengan harga yang agak tinggi namun sebanding dengan jaminan tersebut. Misalnya Earphone apabila rusak dalam 3 hari maka akan diganti dengan yang baru. Banyak sales/distributor sering merasa heran, mengapa dengan konter di tempat yang kurang strategis, namun penjualan sama seperti di tepi jalan raya. Jawabannya adalah pendekatan kepada kedua belah pihak, kepada distributor dan kepada pembeli

Hal-hal yang telah ane sebutkan diatas adalah hal-hal sukanya saja, ada juga hal-hal dukanya seperti hutang yang tidak tertagih, penipu-penipu kelas tinggi, kesialan sewaktu mengisi salah nomor, pertengkaran dengan pembeli yang ngeyel dan lainnya.

Itulah dulu yang dapat ane ceritakan karena udah panjang artikelnya. Semoga menginspirasi kita semua!
Wassalam dan Tetap Mencoret! 

0 comments:

Post a Comment

Kekurangan Masyarakat Indonesia ialah setelah Membaca enggan berkomentar, apakah anda salah satunya????

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...